SD Muhammadidyah 1 di dirikan oleh Almarhum Bp. Fajar (Ayah Prof. Drs. H. Malik Fajar, MSc) tahun 1961. mula-mula sekolah membuka kelas IV, kemudian berlanjut sampai dengan kelas VI yang masuk sore. Sekolah ini di atas tanah wakaf dari Almarhum dokter kulit di Kota Magelang (dr. Antariksa) yang juga didanai untuk bangunan masjid Jami’.

SD Muhammadiyah 1 oleh tokoh Muhammadiyah Kota Magelang dan tokoh masyarakat setempat antara lain : Bp. Sukro, Bp. Mul Sirod serta tokoh lain yang belum diketahui namanya (semuanya sudah almarhum). SD Muhammadiyah 1 dipimpin oleh Bp. Djafariyanto, BA (Alm) yang dibantu oleh guru-guru yang merangkap di SD Negeri. Dengan perkembangannya juga menerima siswa baru mulai kelas 1 dan masuk pagi, untuk mengantisipai dari mana murid didapat dan kemana sesudahnya. Beliau-beliau mendirikan TK ABA 2 dan SMP Muhammadiyah.

SD Muhammadiyah 1 mengalami pergantian pimpinan mulai dari Bp. Djafariyanto, BA, Bp. Darminto, Bp. Munadir, Ibu Djarwanti, Bp. Sukotjo, Bp. Suharto, Bp. Haryono, Ibu Semi dan Bp. Drs. Muchrodji dan Ymt. Bp. Nur Khamid, S.Ag dan terakhir Bp. Salamun, S.Ag, M.Pd.I sampai sekarang.

Tahun 1998 SD Muhammadiyah 1 adalah kondisi terlemah (hampir kolep), ialah siswa kelas 1 s/d 6 terdiri dari 50 siswa dan perolehan NEM (kelas 6) menduduki peringkat 42 se Kecamatan Magelang selatan dari 45 sekolah. Mulai Juli 1998 PDM Majelis Dikdasmen mengangkat Bp. Drs. Muchrodji seorang guru PAI dari Sekolah Negeri Kecamatan Magelang Utara (SD Negeri Gelangan 3), untuk memimpinnya, dan memperbaiki kondisinya. Perolehan NEM mulai merangkak dari 42 menjadi peringkat 36, 34, 30, 24 dan terakhir peringkat 12, siswa juga berkembang sangat baik.

Untuk mencapai kondisi sekarang, tidak lepas dari belajar di beberapa sekolah yang sudah maju misalnya SD Muhammadiyah Gunung Pring, SD Pasuruhan 2, SD Banjar Sari 1-6 dan SDIT Salman Farizi (keduanya di bandung), SD Muhammadiyah Sapen (Yogya), SD Muhammadiyah Denpasar 1 (Bali), MIN Malang, SD Muhammadiyah Condong Catur Yogyakarta.

Tahun 2001, Drs. Muchrodji didampingi seorang Guru Agama (Muslih, A.Ma) dan sekretaris Komite Sekolah yang juga anggota Majelis Dikdasmen (Hadi Prayitno) melamar SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta untuk menjadi pembinanya. Mulai tahun pelajaran 2001/2002 SD Muhammadi 1 Kota Magelang dibina langsung dari SD Muhammadiyah Sapen (Yogya) dan dinyatakan Cabang Sapen oleh Bp. H. Sutrisno lewat TVRI.

Mulai tahun tersebut sampai sekarang berkembanga lebih cepat dengan progam alternative. Alternative ini dimaksudkan SDIT. Karena masih memberi kesempatan siswa untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Tetapi siswa terbimbing ketaqwaannya lewat bimbingan guru di Sekolah. Sehingga siswa sampai di rumah sudah sholat dhuha, Dhuhur, baca Al Qur’an dan sebagainya.
Guru-guru dahulu bantuan dari Pemerintah 100%, sekarang 2%, kelebihannya merekrut dari para Sarjana alumni berbagai Universitas antara lain : UNS, UNES, IAIN Suka, IAIN Wali Songo, Unibraw, Unsud, UMM Magelang, UNY, Untid, STAIN dan UNSURI.
Siswa-siswa yang dahulu hanya limpahan sekolah negeri, sekarang telah menjadi idola. Dahulu belum ada sarana Transportasi, sekarang sudah ada 8 armada. Siswa dari jarak 0 Km s/d 15 Km di daerah Kabupaten Magelang. Dan tahun 2004/2005 mempersiapkan pembangunan gedung dengan biaya 2,2 milyar. Tepatnya di Jl. Tidar No. 21 Komplek PTM Kota Magelang.

Video Profil

Bahasa

Twitter